Niat Puasa Ganti

Niat Puasa Bayar Hutang Beserta Tata Caranya | Indozone.id

Niat puasa ganti dibaca saat akan berpuasa untuk mengganti jumlah hari yang batal saat bulan Ramadhan. Ada aturan dan juga dasar hukum apabila ingin membayar jumlah hari yang ditinggalkan, silakan simak penjelasan berikut ini.

  • Hukum Puasa Ganti

Seorang wanita biasanya tidak bisa penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, dikarenakan sedang haid, hamil, menyusui, atau nifas setelah melahirkan. Kondisi tersebut diperbolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi harus mengganti di lain waktu sesuai hari yang ditinggalkan.

Artinya mengganti puasa itu hukumnya wajib, bila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa.

  • Orang-orang yang Wajib Mengganti Puasa

Ada empat golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa, yakni orang sakit, sedang melakukan perjalanan jauh, lansia, dan wanita hamil. Ketentuan membayar utang puasa Ramadhan dijelaskan di surah Al Baqarah ayat 184.

Ayat itu menjelaskan: barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, wajib mengganti puasa di lain hari. Namun, apabila berat melakukannya wajib memberi makan orang miskin.

  • Waktu Mengganti

Waktu mengganti puasa Ramadhan boleh dilakukan setelah bulan Ramadhan. Misalnya saja di bulan Syawal hingga Sya’ban atau sebelum puasa Ramadhan berikutnya.

Namun, tidak boleh dilakukan di hari yang diharamkan untuk berpuasa. 1 Syawal, 10 hingga 13 Dzulhijjah tidak diperbolehkan berpuasa atau mengganti puasa.

  • Bacaan Niat Puasa

Setelah memahami uraian untuk membaca niat puasa ganti yang sebaiknya diucapkan pada malam hari atau saat makan sahur. Bacaanya, yaitu nawaitu shauma ghadin an qadaa’l fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’alaa, arti bacaan niat puasa ganti itu adalah saya berniat mengganti puasa Ramadhan karena Allah Ta’ala.

  • Hukum Bayar Fidyah

Siapa saja yang diperbolehkan membayar fidyah sebagai pengganti puasa Ramadhan? Jawabannya sama dengan orang-orang yang boleh tidak berpuasa.

Orang sakit yang kemungkinan sembuh tidak diketahui, orang lanjut usia, ibu hamil atau menyusui, dan orang yang sengaja menunda. Karena alasan itu niat puasa ganti mendapat keringanan berupa fidyah.

  • Menghitung Fidyah

Cara menghitung fidyah sangat mudah, jika Anda meninggalkan 1 hari puasa Ramadhan hitungannya 1 mud. Yang setara dengan ¾ liter makanan pokok sehari.

Jadi fidyah yang harus dibayarkan 1 hari adalah memberi makan orang miskin sebanyak 3 kali sehari. Apabila lebih dari satu hari tinggal dikalikan saja jumlah harinya dengan besaran biaya makan sehari Anda.

Contohnya: untuk satu kali makan, biaya yang harus dikeluarkan adalah dua puluh ribu. Maka biaya yang harus dibayarkan adalah sejumlah enam puluh ribu.

  • Waktu Membayar Fidyah

Membayar fidyah dapat dilakukan saat itu juga atau di hari yang sama tidak dapat berpuasa. Bisa juga dilakukan di lain hari, setelah bulan Ramadhan.

Beberapa ulama berpendapat walaupun sudah membayar fidyah, tetapi kewajiban niat puasa ganti tetap harus dipenuhi. Maksudnya, jika kondisi Anda sudah memungkinkan untuk berpuasa maka wajib mengganti sejumlah hari itu.

  • Kesimpulan

Berpuasa merupakan kewajiban untuk seluruh umat Islam yang mampu menjalankannya, tetapi harus mengganti puasa Ramadhan di lain hari jika ada yang ditinggalkan. Tidak berpuasa karena alasan kesehatan maupun alasan uzur syar’I sudah ada dalilnya.

Mengganti dengan memberi makan orang miskin adalah solusi lain, jika tidak bisa berpuasa. Jika kondisi sehat, tetapi mampu memberi makan orang miskin bukan acuan untuk tidak berpuasa.

Niatkan dalam hati untuk beribadah semata-mata karena Allah dan melakukannya karena kewajiban sebagai umat Islam. Kemudahan yang Allah berikan sesungguhnya untuk mengukur ketakwaan umat manusia mematuhi semua perintahNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *