Contoh Perkara Konseling Individu Memakai Rational Emotive

Teknik Konseling Individu             putri adalah siswakelas IX SMP. Dia sanggup dibilang siswi berprestasi di sekolahnya, dia anak yg baik, periang, dan banyakmempunyai teman. Namun setelah kematian pacarnya yg kecelakaan. perilakunyamenjadi berubah.beliau lebih terlihat sedih , menyendiri, dan sering menangistanpa sebab. Perilakunya ini berdampak ada kehidupan disekolah dan dirumahnya.Nilainya menurun, prestasinya jadi rendah & malas belajar.

            Dariilustrasi pertarungan diatas bisa bahwa putri kehilangan pikiran positifnya ,pikirannya irasional , dan kesulitan tahu apa yang iaalami.

            Diagnosismemiliki arti suatu uapaya untuk mengenal, menetapkan atau memilih sifat,serta hakekat dalam suatu insiden melalui pengamatan terhadap gejala.

            Berdasarkandari hasil analisis dan sintesis pada atas yang menjadi penyebab perseteruan putriadalah kehilangan pikiran rasionalnya.

            Dilihatdari perseteruan yg dihadapi sang putri tersebut maka bisa digunakanbeberapa alternatif bantuan buat membantu menyelesaikan masalahnya, yaitudengan dilakukanya konseling individu buat menaruh cara lainbantuankepada konseli tentang kesulitan belajar dampak rasa mindernya. Dalampermasalahan ini aku menggunakan teknik konseling menggunakan menekankan padapendekatan RET (Rational Emotif Therapy) , yg bertujuan untuknmenumbuhkankesadaran putri terkait seringnya menyalahkan diri sendiri, & menghapuspikiran irasiaonal yang putri alami.

            Proseswawancara dilakukan pada ruang BK,  pada jamkosong pelajaran putri menyempatkan waktunya.

Klien : assalamualaikum bu,

Konselor : waaalaikumsalam, putri.. silahkan duduk.. jam pelajaran apa ini ? apagurunya tidak masuk?

Klien : jam pelajaran matematika bu, tidak bu, lantaran dia ada kepentingandinas, jadi kami hanya pada berikan tugas.

Konselor : kemudian apa engkausudah mengerjakannya ?

Klien : belom bu, saya nir konsen mengerjakannya.

Konselor : loh kenapa begitu, apa ada yg mengakibatkan kamu nir konsen sepertiitu ?

Klien : Hehee… yaa bu, saya aja ga tau… sebenarnya saya juga resah apayang aku pikirkan..

Konselor : makbahagia bila engkaubersedia menceritakan apa yang sedang menjadibeban fikiranmu pada bunda, kamu sanggup berbagi perkara menggunakan bunda, maksiapmenjadi teman mu .. pelan pelan saja ceritanya.

 Konseli : aku resah wajibcerita darimana bu, saya takut.

Konselor : Tidak perlu takut, nir pelu gundah, waktunya masih poly, kamutenangin diri dulu, maksiap menunggu. Pelan-pelan sajaa ..

Klien : iyaa bu, begini bu, saya memiliki pacar , yg mangkat6 bulan kemudian,gw merasa murungdan kehilangan arah bu sejak itu.

Refleksi offeelling (pemantulan perasaan)

Konselor : ya yaa, aku memahami perasaan putri. Ungkapkan pelan-pela saja.

Klien : pacar gw meninggal ketika akan menjemput gw pada sekolah bu, dankejadiannya tepa di depan mata saya, aku merasa menyesal, kenapa harusmemintanya jemput, kenapa tidak aku berdikari sajaa, kenapa gw harus manjaseperti ini , aku memang ndeso bu.. andai saja saya nir memaksa dia untukmenjemput , beliau pasti akan tetap bersama gw sekarang ,gw udik sekali bu.

Konselor :ibu sangat memahami perasaan putri , terus apa lagi yang putri nikmati,?

Klien :padahal gw sangat mengasihi dia bu, tp saya sndri yangmencelakakannya.

Konselor : coba ceritakan kronologi kejadian nya, pelan-pelan sajaa..

Klien : ketika itu bu, saya sms pacar saya buat menjemput gw pulang sekolah,pacar saya sudah kuliah bu. Karna kebetulan dia sedang nir ada kuliah makasaya ingin beliau menjemput aku sepulang sekolah. Setelah bel sekolah berbunyi,aku pribadi keluar kelas dan menunggunya d gerbang sekolah, baru lima menitsaya disitu, gw melihat ukiran hebat bu, antara bis dan motor satria FUmilik pacar saya, aku eksklusif berlari dan menangis histeris bu, ambilancedatang & membawa pacar saya ke tempat tinggalsakit, tapi itu nir menolongnya,pacar aku mangkatbu. Saya pingsan & aku …(menangis)

Konselor : (memberikan tisue)… menangis saja apabila itu membuat putri sanggup lebihtenang. Ibu sanggup mencicipi apa yang putri alami dan rasakan waktu itu.

Klien  : …… (masih menangis)….

Konselor : jadi putri merasa, peristiwa itu kesalahan putri karena telah meminta diamenjemput putri ?

Konseli : iya bu, aku merasa ini semua kesalahan aku. Saya berfikir saya jugaharus mangkatbuat menebus semua kesalahan ini

Konselor : cobaa dipikir dua, tiga kali lagi apakah berfikir seperti itu sudahsesuai ?

Konselor : bagaimana dengan orang tua putri dengan orang tua pacar putri?

Klien : orang tua saya selelu menguatkan gw bu, walaupun hingga sekarangsaya belom sanggup memaafkan diri gw sendiri. Kalau orang tua pacar aku,mereka berusaha menerima semua takdir ini menggunakan tulus bu, mereka tidakmembenci saya, bahkan mereka masih menduga saya menjadi anaknya sendiri.Kadang gw masih acapkali sekali bekunjung kesanaa bu, sepulang sekolah.

Konselor : orang tua putri daan orang tua pacar putri tidak membenci putri,sekarang mari kita berfikir beserta, dari orang tua putri & orang tua pacarputri sangat menguatkan putri , tetapi putri inin menebus kesalahan denganikut mati, menurut putri apa itu cara yang palin sempurna ?

Klien : gimana yaa bu, saya selalu merasa di kejar-kejar perasaaan bersalah,fikiran itu selalu terlintas bu.

Konselor : jadi dari putri pertarungan terselesaikan waktu putri ikut matibersamanya ? tanpa menghiraukan perasaan keluarga putri & keluarga pacar putri, begitu ?

Klien : yaa bu saya rasa itu cara terbaik.aku merasa hampa tanpa kehadiranpacar gw bu.

Konselor : kinicoba putri fikirkan dlu, apakah dengan seluruh planning danfikiran putri itu semua dapat selesai, apakah dengan ikut mangkatputri bisamerasa bahagia ? apakah pikiran dn harapan putri itu nir malah menambahmasalah baru buat orang tua putri, dan orang tua pacar putri yang sudahmenggangap putri anak sendiri harus kehilangan lagi ?

Klien  : iya sih bu, aku rasa itu malahmenambah masalah , hmmmmm… aku bingung bu.

Konselor : berarti putri merasa sekarang ikut tewas bukan solusi yang sempurna dalammenyelesaikan kasus ini bukan ?

Konseli : Saya mengerti bu, tapi saya masih sulit memaafkan diri gw sendiri.Saya merasa akar perseteruan terpusat pada sayaa bu.

Konselor : coba fikir lol, jika orang tua pacarmu saja sanggup tegar menerimakenyataan ini, bahwa anaknya sudah mangkat , mengapa kamu tidak sekuat itu ?padahal mereka pun sama halnya dengan kamu yg mencintai nya.

Konseli : yaa yaa bu, beraryi fikiran aku terlalu pendek bu ?

Konselor : apa putri pernah menceritakan ini pada orang tua putri ?

Konseli : Tidak bu, gw selalu galau buat memulai cerita, ujung-ujungnyasaya pusing ,nangis & lemas bu.

Konselor : sekarang apa engkaumerasa lemas & pusing ?

Konseli : sedikit bu, bagaimana jika dilanjut lain ketika bu ? saya rasa lemassekali bu.

Konselor : baukalh nir masalah. Sebelumnya berdasarkan yang telah engkauungkapkan , apakesimpulang yg kamu bisa ?

Konseli : aku merasa aku sudah merasa berdosa sudah membuat pacar sayameninggal, tapi sya nir memahami bagaimana menghilangkan perasaan itu. Dan sayamasih bingung bagaimana mengembalikan diri aku yang sebenarnya.

Konselor : baik kalau begitu kita lanjutkan lain saat lagi, bila putri sudah siapuntuk melanjutkan & menyelesaikan nya hingga putri bisa balikmenjadidiri sendiri. Silahkan beristirahat ya..

Konseli : iya bu gw siap buat menyelesaikan ini hingga tuntas, terimakasih ataspethatian bunda.. assalamualaikum bu.

Konselor : sama-sama putri.. wa’alaikumsalam

Termination(pengakhiran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *