Perhitungan Gaji Karyawan Masuk Tengah Bulan – Smartpresence

Pada umumnya, hadiah upah atau honorGaji buat karyawan dilakukan setelah satu bulan karyawan bekerja, namun disparitas ketika mulai bekerja akan menciptakan proses anugerah gaji sebagai nir serempak, maka dibutuhkan penyesuaian pada penghitungan supaya sistem penggajian berjalan lancar. Penerimaan upah karyawan perusahaan umumnya dilakukan dalam awal bulan atau akhir bulan. Hal ini bertujuan buat memudahkan perhitungan serta pelaporan gaji karyawan tiap bulannya.

Tetapi demikian, atas dasar kebutuhan energi kerja dalam perusahaan, tidak sporadis ada karyawan baru yang mulai masuk buat bekerja dalam tengah bulan. Hal ini bisa saja terjadi apabila terdapat pekerjaan yg perlu buat segera diselesaikan, sementara energi kerja buat menyelesaikannya kurang, sehingga perusahaan merekrut karyawan baru buat dapat membantu merampungkan pekerjaan tersebut tepat saat. Kondisi semacam ini tentu berpengaruh pada perhitungan honorkaryawan yg bersangkutan.

Untuk membuat penggajian menjadi rapi buat semua karyawan, maka dalam kasus seperti pada atas yaitu karyawan yg masuk pertengahan bulan, perlu dilakukan penyesuaian terhadap perhitungan gaji yg bersangkutan dalam bulan pertama masuk bekerja, menjadi sinkron menggunakan periode perhitungan honor . Pada umumnya metode yg diberlakukan buat penyesuaian ini adalah metode perhitungan prorate, yaitu menghitung honorsesuai menggunakan jumlah hari atau jam kerja selama periode perhitungan gaji.

Metode prorate atau prorata bisa jua dianggap menjadi metode perhitungan honorproporsional. Metode ini pada dasarnya dapat digunakan apabila karyawan bekerja nir dalam ketika satu bulan penuh. Tidakk hanya berlaku bagi karyawan yg baru masuk saja, perhitungan ini juga bisa digunakan saat ada karyawan yg resign dalam pertengahan bulan. Perhitungan honordengan metode prorate  dalam umumnya berpedoman pada dua hal yaitu jumlah hari kerja dan jumlah jam kerja yang telah diselesaikan.

Dalam rentang saat satu bulan, tentu karyawan tidak selalu hadir setiap hari. Masing-masing perusahaan selalu mempunyai patokan hari kerja tersendiri. Apabila karyawan bekerja pada luar saat kerja yg dipengaruhi, maka karyawan yang bersangkutan dianggap melakukan kerja lembur. Informasi-informasi ini nantinya perlu buat disertakan pada slip honor .

Cara perhitungan gaji prorate berdasarkan jumlah hari kerja relatif sederhana. Anda perlu mengetahui berapa hari karyawan tadi bekerja, lalu membaginya menggunakan jumlah hari kerja yang seharusnya dijalani sang karyawan pada satu bulan. Selanjutnya, Anda tinggal mengalikannya dengan total gaji bulanan menurut ketentuan dalam kontrak yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Agar lebih gampang buat memahaminya, Anda bisa menyimak model perhitungan ini dia.

Perhitungan Gaji Sesuai Dengan Jumlah Hari Kerja

Secara sederhana, rumus yg dipakai pada perhitungan honorberdasarkan jumlah hari kerja merupakan

(Jumlah hari kerja yang sudah dijalani ÷ jumlah hari kerja ideal pada sebulan) x gaji sebulan

Budi mulai bekerja di perusahaan BTS dalam lepas 15 Maret 2021. Berdasarkan kontrak yg disepakati, gaji Budi sebulan adalah sebesar Rp5.000.000 per bulan. Perusahaan BTS memiliki sistem lima hari kerja sehingga libur diberikan dalam hari Sabtu & Minggu.

Hari kerja pada bulan Maret 2021 terdiri menurut 23 hari, pada akhir bulan Budi dihitung bekerja selama 13 hari. Jumlah hari ini diperoleh lantaran menurut rentang saat 15 Maret hingga 31 Maret. Maka, rincian yg semestinya masih ada dalam slip gaji Budi di bulan Maret kurang lebih sebagai berikut.

(13/23) x Rp 5.000.000 = Rp2.826.000 (pembulatan)

Perhitungan Gaji Sesuai Dengan Jumlah Jam Kerja

Dalam menghitung honorprorate, selain patokan jumlah hari kerja, dapat jua melakukan perhitungan gaji berdasarkan jumlah jam kerja. Perhitungan ini lebih rinci menurut perhitungan harian. Tidak hanya berlaku buat karyawan yg mulai bekerja dalam pertengahan bulan, metode ini bisa juga dipakai buat perhitungan tunjangan lembur. Untuk itu, perlu diketahui besargaji yang dibayarkan pada karyawan setiap jamnya. Rumus dasar perhitungannya merupakan menjadi berikut:

Upah per jam= 1/jumlah jam kerja periode berjalan x honorutama sebulan

Mari kita kembali memakai kasus Budi menjadi model. Pada bulan Maret 2021 masih ada 23 hari kerja dengan jam kerja harian 8 jam, maka total jam kerja dalam bulan Maret 2021 adalah (23 x 8 = 184 jam). Dengan honorsebulan sebesar Rp5.000.000, maka besargaji Budi per jam merupakan

Dalam rentang saat 15 Maret 2021 sampai akhir bulan tersebut, Budi bekerja selama 13 hari kerja.

Gaji Budi bulan Maret 2021 merupakan

= 13 hari x 8 jam x Rp 27.200 = Rp 2.829.000 (pembulatan)

Perhitungan di atas umumnya hanya dilakukan satu kali saja, yaitu dalam bulan pertama karyawan masuk bekerja, atau pada waktu karyawan mengajukan resign dalam pertengahan periode perhitungan honor . Nah bagaimana? Praktis bukan menghitung honordengan metode prorate? Anda sanggup menggunakannya dalam melakukan penghitungan honordalam perusahaan Anda.

Catatan, selain perhitungan pada atas perlu dipelajari dasar aturan upah yang sudah di atur pada UU no 11 tahun 2020 yang detailnya bisa pada download disini.

Baca juga :FAKTA BPJS Ketenagakerjaan Bantuan subsidi upah tidak dilanjutkan!Ini Cara Menghitung Gaji Prorata !Investasi Reksadana buat PemulaInvestasi Jangka Panjang Terbaik6 Ide Usaha Makanan Rumahan Kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *