Fase Perkembangan Anak dalam Aspek Fisik, Kognitif, dan Psikologi

Fase Perkembangan Anak dalam Aspek Fisik, Kognitif, dan Psikologi

Perkembangan anak bisa dilihat dari kesesuaian pertumbuhannya dengan usia. Setiap fase perkembangan anak akan ada aspek-aspek yang ditinjau, mulai dari aspek fisik, kognitif, dan psikologi. Seperti, kapan anak sudah bisa berbicara, merangkak, berinteraksi sosial, dan lain-lain. Oleh sebab itu, ketahuilah aspek-aspek tersebut sesuai dengan fase perkembangan anak berikut.

1.      Masa Bayi

Masa bayi dimulai dari lahir hingga sekitar 12 bulan. Secara fisik, bayi pasti akan mengalami kenaikan berat badan. Pastikan bahwa kenaikan berat badan pada bayi Anda masih kisaran normal. Jangan biarkan anak Anda mengalami obesitas atau malnutrisi karena bisa menyebabkan beberapa penyakit.

Sedangkan secara kognitif dan psikologi, anak akan mulai belajar tentang sensori motorik dan interaksi sosial dengan orang tua serta keluarganya. Indera bayi akan mulai terasah sehingga ia bisa mengenali Ibunya melalui penciuman atau pendengaran.

2.      Masa Toddler

Fase perkembangan anak kedua yaitu masa toddler pada usia 12 hingga 36 bulan. Pada fase ini, anak akan mulai bisa merangkak, berjalan, maupun berlari. Selain lebih aktif bergerak, anak juga mulai ingin tahu dengan lingkungan sekitar. Perkembangan motorik pun akan berlangsung cepat pada fase ini.

Selain itu, kemampuan bahasa, sosial, dan intelegensi pada fase ini akan sangat mempengaruhi perkembangannya di masa selanjutnya. Oleh sebab itu, ajarkan anak Anda cara berbicara dan berinteraksi sosial yang baik dimulai dari melihat interaksi Anda dengan orang sekitar. Pastikan juga bahasa yang Anda gunakan sehari-hari dengan anak adalah bahasa yang baik.

3.    Masa Prasekolah

Secara fisik, pada fase perkembangan anak masa prasekolah tubuh anak akan mulai kelihatan sosoknya apakah tinggi, gemuk, atau yang lainnya. Pastikan Anda memberikan susu dan makanan yang bergizi agar anak bisa tumbuh secara optimal. Masa ini dilalui anak pada usia 4-5 tahun.

Selain itu, pada masa prasekolah psikologi anak akan mengarah kepada tingkat kemandirian dan sosialisasinya. Masa prasekolah juga sudah memungkinkan anak mendapatkan pelajaran yang melatih kognitif anak, seperti main “jadi-jadian” atau tebak-tebakan dengan teman. Pada fase ini, juga anak akan lebih suka jika ia melakukan segala sesuatunya sendiri.

4.      Masa Sekolah

Pada fase ini, anak seharusnya sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar salah satunya dengan lingkungan sekolah. Secara psikologi, mereka harus siap mental terhadap lingkungan baru tersebut. Seperti dari peraturan-peraturan sekolah, sosialisasi dengan guru ataupun teman, dan lain-lain.

Anak juga sudah bisa memecahkan masalahnya sendiri, berpikir kreatif, dan logis. Mereka harus bisa menyiapkan diri dengan pelajaran sekolah maupun aktivitas lainnya sehingga kesehatan fisik anak pada fase ini harus tetap dijaga.

Itu dia fase perkembangan anak yang dimulai dari lahir hingga masa sekolah. Perkembangan anak akan selalu terjadi dan kadang dalam waktu yang singkat sehingga sebagai orang tua harus selalu memperhatikan perkembangan anak karena hal itu akan dibawa anak hingga dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *